PT. Adicipta Hasta Mulia

Kami spesialisasi Top Table+Zink untuk Kitchen set dan counter Top. Lebih lanjut click more >>

Multimedia

product 1

Proin eleifend quam eu purus aliquet scelerisque. Sed non nibh a urna tristique vestibulum.

Customizations

product 1

Morbi suscipit, nisl eget porttitor hendrerit, arcu sapien cursus enim, id luctus felis metus urna.

Selasa, 01 November 2011

Pentingnya ilmu pengetahuan


"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al Mujaadilah :11).

Untuk mencapai kehidupan yang bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak, seorang muslim harus memiliki ilmu pengetahuan. Untuk memiliki ilmu bisa melalui pendidikan formal seperti sekolah, madrasah, atau kursus. Dan bisa juga dengan informal, seperti mendengarkan ceramah atau dengan membaca buku (otodidak).

Bagi seorang muslim ada keharusan untuk belajar pengetahuan umum dan juga pengetahuan tentang agama (Islam). Banyak ilmu yang harus dikuasai, ada ilmu untuk berdagang, berusaha. Ada ilmu untuk diajarkan lagi kepada masyarakat. Dan ada ilmu untuk mencapai kedudukan, baik di pemerintahan maupun di institusi-institusi lainnya. Namun ilmu tentang agama tidak boleh dilupakan. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) harus disandingkan dengan ilmu untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan (IMTAK) kepada Allah SWT.

Para pengusaha berhasil dengan usahanya adalah dengan ilmu. Mereka yang ditakdirkan Allah jadi penyelenggara negara, karena mereka punya ilmu. Di dalam beragama kita juga harus memiliki ilmu, sehingga ibadah-ibadah yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, dan tidak ikut-ikutan. Mereka yang tidak memiliki ilmu agama, ia akan beribadah yang menjurus kepada bid'ah (mengada-ada).

Rasulullah SAW dalam beberapa hadits mengingatkan kita akan pentingnya ilmu pengetahuan, misalnya : "Tuntutlah ilmu itu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat." Artinya tidak ada kata berhenti untuk menuntut ilmu, selama hayat di kandung badan.

"Apabila mati anak Adam, maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga; pertama, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat yang ditinggalkannya, dan anak yang shaleh yang mendo'akannya."

Mereka yang berilmu, dan diajarkannya ilmu itu kepada orang lain. Maka apabila ia meninggal, kemudian ilmu itu diajarkan lagi kepada orang lainnya, maka syafa'atnya akan sampai kepada yang meninggal.

Ada kata bijak yang sering juga diucapkan oleh para ulama dan para juru dakwah (Da'i) berbunyi : "Untuk dapat mencapai kehidupan yang bahagia di dunia, harus dengan ilmu. Untuk mencapai kebahagiaan di akhirat harus dengan ilmu. Untuk mencapai kedua-duanya juga harus dengan ilmu."


Penulis : Prof. Dr. H. Eddy Mart Salim, SPd, KAI.
Dikutip dari : Buletin Cahaya, Nomor 39 Tahun Ke-14 29 Syawal 1431 H / 8 Oktobe 2010 M.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maturnuwon...